Oleh: balybagus | 03/12/2009

Film Balibo Five

Larang Balibo Five, LSF Berlebihan

"Balibo Five" JAKARTA – Alasan Lembaga Sensor Film (LSF) yang melarang pemutaran film Balibo Five di Jakarta International Film Festival (Jiffest) 2009, sebagai “membuka luka lama” dianggap berlebihan oleh Aliansi Jurnalistik Independen.

AJI dalam keterangan pers, menyebutkan alasan pelarangan ini sangat politis. Karena diduga, Balibo Five dianggap mengungkap pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh tentara Indonesia. Seperti pembantaian lima jurnalis asing di Balibo, Tiimor Leste, pada 1975.

“Pelarangan film tersebut terkesan menutup-nutupi keterlibatan sejumlah perwira Indonesia dalam pembantaian jurnalis itu,” seperti tertulis dalam keterangan pers AJI.

Padahal pemutaran film ini penting untuk memberikan informasi kepada publik, mengenai peristiwa dari sudut pandang lain, selain dari yang disampaikan pemerintah Indonesia selama ini.

Selain itu pemutaran Balibo Five sangat berguna untuk mengingatkan kepada semua pihak, agar menghormati jurnalis yang tengah melakukan peliputan. Lainnya, juga menjadi peringatan bahwa pembunuhan terhadap kelima jurnalis itu, harus diusut tuntas, dan pelakunya harus diadili.

Keputusan LSF tersebut jelas sangat bertentangan dengan prinsip kebebasan berekspresi, berapresiasi, dan tidak menghormati hak masyarakat untuk mengetahui. Oleh karena itu AJI menuntut agar pelarangan film tersebut dicabut.

Oleh: balybagus | 10/01/2009

Menghias Blog

Menghias Blog dengan Witgetbox

witgetbox1 Cara lain yang mudah dan cepat untuk mengias blog Anda adalah dengan Witgetbox. Witgetbox ini gratis anda instal di blog, cara membuatnya pun mudah. Tampilannya menarik dan smart. Selain untuk mengias, witget ini juga bisa mengoptimasi blog Anda.

Untuk mendapatkan witgetbox Anda cukup registrasi menggunakan alamat email Anda. Macam-macam witget, seperti game, foto, video, gambar, lagu MP3, rss, wes atau berita, counter, cuaca, hiasan text bisa anda dapat secara gratis.

Kelebihan witgetbox ini adalah tampilanya cantik dan indah, mudah dibuat, dan diinstall, sedangkan kelemahannya loading blog Anda menjadi agak lambat. Kalau mau mencoba silakan berkunjung ke witgetbox.

Oleh: balybagus | 10/01/2009

Tentang Televisi

Sejarah Penemuan dan Inovasi Televisi

Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.

Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun perusahaan. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun.

Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, yaitu hukum Gelombang Elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

1876 – George Carey menciptakan Selenium Camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai Sinar Katoda.

1884 – Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut Teleskop Elektrik dengan resolusi 18 garis.

1888 – Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.

1897 – Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan oleh ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi cikal bakal televisi layar tabung.

1900 – Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.

1907 – Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.

1927 – Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.

1923 – Vladimir Kozma Zworykin, mendaftarkan paten atas namanya untuk penemuannya, kinescope, televisi tabung pertama di dunia. Setahun kemudian, dia mendapat kewarganegaraan Amerika Serikat dan menyelesaikan studi doktornya di Universitas Pittsburgh. Vladimir lahir di Rusia, 30 Juli 1889. Dia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT. Dia bekerja di perusahaan elektronik RCA dan selama 1930 hingga 1940-an, perusahaan itu memanjakannya dengan menguras dana US$ 150 juta untuk produksi teknologi televisi. Keterbukaan Zworykin pada kritik, membuatnya menemukan penemuan baru lagi. Sebuah kamera tabung. Ini melengkapi teknologi televisi tabung penemuannya. Penemuan itu dinamakannya iconoscope, berasal dari bahasa Yunani, icon yang berarti citra dan scope yang berarti mengamati. Ia meninggal karena usia tua pada 29 Juli 1982. Dialah yang kemudian sebagai Sang Penemu Televisi. (1889-1982).

1939 – tepatnya tanggal 11 Mei, untuk pertama kalinya, sebuah pemancar televisi dioperasikan di kota Berlin, Jerman. Dengan demikian, dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual. Stasiun televisi itu kemudian diberi nama Nipko, sebagai penghargaan terhadap Powel Nipkov, ilmuwan terkenal Jerman dan salah seorang penemu peralatan televisi.

1940 – Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.

1956 – Robert Adler kelahiran Amerika Serikat bersama rekannya Eugene Polley, menemukan remote control televisi. Walaupun bukan televisinya, tetapi penemuannya menjadi sangat penting bagi teknologi televisi. Dia meninggal dalam usia 93 tahun. Penerima penghargaan Emmy tahun 1997 karena penemuannya itu mendapatkan lebih dari 180 paten Amerika selama karir 58 tahunnya. Menurut istrinya, pengendali jarak jauh televisi itu bukanlah penemuan favoritnya dan dia jarang menonton televisi.

1958 – Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan layar televisi dikemukakan oleh Dr. Glenn Brown.

1964 – Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.

1967 – James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.

1968 – Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.

1975 – Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.

1979 – Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.

1981 – Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.

1987 – Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.

1995 – Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

2000-an, masing-masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.

2008 dan seterusnya, menyusul perkembangan televisi digital di negara-negara Amerika dan Eropa, Indonesia juga akan menerapkan sistem penyiaran Televisi digital (Digital Television/DTV) adalah jenis TV yang menggunakan Modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat televisi.

Latar belakang pengembangan televisi digital:

- Perubahan lingkungan eksternal

- Pasar TV analog yang sudah jenuh

- Komplain adanya noise, ghost dll

- Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel (Cable Television)

Perkembangan teknologi :

- Teknologi pemrosesan sinyal digital (Digital Signal Processor)

- Teknologi transmisi digital

- Teknologi semikonduktor

- Teknologi peralatan display yang beresolusi tingggi

Keunggulan televisi digital :

- High Definition. 5~6 kali lebih halus dibanding televisi analog

- Finest sound. Kemampuan mereproduksi suara seperti sumber aslinya

- Multifunction. Memberi kemampuan untuk merekam dan mengedit siaran

- Multichannel (satu saluran dapat diisi lebih dari 5 program yang berbeda)

Oleh: balybagus | 09/01/2009

Klasifikasi Handphone

Dari Segi Teknologi Yang Digunakan.

1. Low End : Handphone yang memiliki fitur sederhana dan harga yang terjangkau. Memiliki memori Internal yang kecil dan tidak ada kamera.

Contoh :

a. Nokia : 1200, 1208, 1650, 1209.

b. Sony Ericsson : J121i, K200i, J120i, Z320i, J110i.

c. Motorola : W213, W205, W231, W181, W175.

d. LG : KP100, KG 270.

2. Middle End : Handphone dengan desain dan fitur yang di sempurnakan/mendekati sempurna, menurut teknologi yang ada. Memiliki memori Eksternal dan Kamera 1,3 Megapixel, maksimal 2 Megapixel.

Contoh :

a. Nokia : 2600 Classic, 2680 Slide, 5000, 3110 Classic, 3120 Classic.

b. Sony Ericsson : J132i, R300i, T303i, T250i, Z250i, K220i, R306i, K330i, T280i.

c. Samsung : C160, M150, C450, M300, M120.

d. LG : KP100, KG270, KP105, KG195, KG288, KP110, KU250.

3. High End : Telepon seluler yang memiliki teknologi maju. Fitur yang mumpuni, mengikuti perkembangan teknologi. Memiliki memori Internal yang cukup besar hingga 1 Gb, ada opsi untuk memori eksternal juga dan kamera diiatas 2 Megapixel, bahkan sampai 5 Megapixel.

Contoh :

a. Nokia : 7310 Supernova, 5310, 6120 Classic, 5700, 5320 XpressMusic, 7210 supernova, E51, 7900 Prism, E65, 5320 XpressMusic, N76, N77, 5610.

b. Sony Ericsson : S500i, W660i, K660i, W610i, W302, T650i, C702i, W910i, F305, K770i, Z770i.

c. Samsung : F250, D900i, E950i, D780, L700, J200, F330, U800Soul b, i450, L170, G600, S7330.

Dari Segi Segmentasi Pasarnya.

1. Sosial Central : Komunitas yang suka berkomunikasi dengan sesama keluarga,teman dan kolega.

Contoh :

a. Nokia : 1680 Classic, 1208, 1200, 5310, 5700, E51, 5000, 3110 Classic.

b. Sony Ericsson : K530i, Z555i, W660i, Z250i.

c. Samsung : J200, Z170, M150, C160.

2. Cool Dinamic : Untuk komunitas yang menyukai dunia sport.

Contoh :

a. Siemens M35i.

b. Siemens E55.

c. Beyond B530.

3. Perfomence : Untuk pembisnis dan kalangan prpfesional.

Contoh :

a. BlackBerry 8820

b. BlackBerry Pearl 8120

c. HTC Shift

d. Nokia E71

e. Nokia N96

Oleh: balybagus | 09/01/2009

Konvergensi Media Teknologi

Tantangan Pemerintah dalam Menghadapi Konvergensi Teknologi

Perkembangan teknologi kian pesat. Dan ada sebuah fenomena menarik pada hari ini yaitu maraknya konvergensi teknologi. Misalnya, radio yang dahulu hanya bisa didengarkan via gelombang radio dengan menggunakan pesawat radio, kini juga bisa didengarkan via jalur TCP/IP (internet). Contoh lain, dengan munculnya teknologi “mobile”, akan mendorong munculnya Televisi mobile yang dapat kita lihat siarannya via HP atau PDA.

Contoh lain, mengenai pemunculan IPv6, akan memungkinkan semua alat memiliki IP address tersendiri yang unik, bahkan kalau perlu setiap manusia yang lahir punya IP address masing-masing (well, masuk akal ga nih?). Jika semua alat memiliki IP address tersendiri, maka akan memudahkan yang namanya transparansi dalam dunia maya, dimana lokasinya, posisinya, dan sebagainya. Semua teknologi saling konvergensi satu sama lain.

Menghadapi hal tersebut, pemerintah sebagai pihak regulator memiliki tantangan yang cukup menarik. Berbagai peraturan yang dibuat yang berkaitan dengan teknologi, mau tidak mau harus bisa mengikuti alur perkembangan teknologi itu sendiri. Sebagai contoh, pemerintah pernah mengeluarkan peraturan mengenai telekomunikasi, dan juga peraturan mengenai penyiaran. Antara telekomunikasi dan penyiaran keduanya akan semakin menyatu akibat konvergensi teknologi. Sehingga barangkali perlu sebuah peraturan yang sekaligus mencakup kedua hal tersebut. Dan ini bukan pekerjaan yang mudah, karena harus melibatkan berbagai pihak terkait (misal: Ditjen Postel, Direktorat Penyiaran, KPI, dll).

Terkait dengan hal ini, belakangan kita sering mendengar mengenai RUU ITE (Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik). Terlepas dari pro dan kontra mengenai isi dari RUU ITE tersebut, yang jelas kebutuhan akan regulasi dibidang ini sangat mendesak. Dan disinilah tantangan pemerintah agar dapat lebih cerdas dalam mengikuti perkembangan teknologi. Dan pihak di luar pemerintah ada baiknya tidak sekedar memberikan kritik, tapi juga saran membangun. Karena untuk melahirkan sebuah peraturan yang baik, butuh kerjasama dari semua pihak.

Oleh: balybagus | 03/11/2008

Berkenalan Dengan Internet

Internet/Sejarah dan Perkembangannya

Sejarah Internet

Pada awalnya Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.

Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 3 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Daftar Kejadian Penting Munculnya Internet

Tahun

Kejadian

1957

Uni Sovyet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.

1958

Sebagai buntut dari “kekalahan” Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer.

1962

J.C.R. Licklider menulis sebuah tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Di tahun ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.

Awal 1960-an

Teori mengenai packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata.

Pertengahan 1960-an

ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan “Cooperative Networking of Time-sharing Computers“, dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.

1965

Istilah “Hypertext” dikeluarkan oleh Ted Nelson.

1968

Jaringan Tymnet dibuat.

1971

Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.

1972

Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai “Bapak Internet

1972-1974

Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up.

1973

ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.

1974

Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel “A Protocol for Packet Network Interconnection“.

1974

Bolt, Beranet & Newman (BBN), perusahaan kontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama.

1977

Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.

1978

Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP).

1979

Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis.
Di tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.

Awal 1980-an

Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia.
Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung.
Layanan BITNET (Because It’s Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP).
CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.

1982

Istilah “Internet” pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut.
Name server mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut.
Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet

Dampak Positif dan Negatif Akibat Perkembangan Teknologi Internet

Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.

Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri ( bagaikan nomor telepon ) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer ( PC ) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet.

Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. ‘Internet’ adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri.

Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia mencapai lebih dari 40 juta dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin trilyunan, isinya memuat bermacam-macam topik. Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan. Di bawah ini akan dijelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet.

Dampak Positif :

1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.

5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.

6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

Dampak Negatif :

1. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

2. Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

3. Carding
Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

4. Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.

5. Dampak Lainnya

Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face), dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi, kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang), bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut

http://yudakuyudz.wordpress.com/2008/03/19/dampak-positif-dan-negatif-akibat-perkembangan-teknologi-internet/

Oleh: balybagus | 03/11/2008

Teknologi, Budaya Dalam Masyarakat

Budaya dan Konsep Teknologi

Budaya Teknologi Menurut Para Ahli

Di kalangan praktisi, perbedaan bidang studi menyebabkan budaya teknologi yang berbeda pula. Di bidang kedokteran, teknologi berkisar pada cara – cara menyembuhkan pasien. Hal ini berarti bagi seorang dokter, teknologi digunakan untuk mengobati, bukan mencegah. Sedangkan di bidang teknisi, teknologi digunakan untuk mencegah suatu masalah. Contohnya adalah penciptaan alarm kebakaran yang digunakan untuk mencegah kebakaran, atau kamera pengintai yang dapat mencegah pencuri masuk. Dalam dunia kedokteran ditemukan istilah ’Halfway technology’ atau teknologi separuh jalan. Teknologi ini dapat didefinisikan sebagai teknologi yang belum sepenuhnya dimengerti atau dikuasai oelh manusia. Dalam dunia kedokteran, teknologi seharusnya mencakup pada teknik – teknik yang bersifat efektif dan relatif murah. Namun, dalam dunia kedokteran dikenal pula tranplantasi organ atau kemotrapi yang disadari merupakan hal yang kompleks dan sulit dipahami. Hal itulah yang dimaksud dengan teknologi separuh jalan.

Terkadang, pengetahuan yang sudah dimiliki dan dikuasai dengan mudah, malah tidak digunakan, seseorang cenderung mempelajari dan mengadopsi teknologi baru yang lebih rumit dan canggih. Perbedaan budaya yang melahirkan perbedaan dalam memandang teknologi, seringkali menimbulkan perdebatan. Contoh, kasus terjadi diantara ahli lingkungan dengan sukarelawan mengenai hal penyebab kanker. Para sukarelawan bersikukuh menyatakan bahwa penyebab kanker rahim adalah hubungan seksual secara bebas. Para sukarelawan memberikan data – data dan menyebutkan bahwa faktor lingkungan hanya berpengaruh sebesar 5 persen terhadap penularan penyakit tersebut. Lain halnya dengan ahli lingkungan, yang menyatakan bahwa penyakit kanker rahim 40 persen disebabkan karena kondisi lingkungan, daerah kumuh dan miskin yang berhubungan dengan kesulitan merawat diri dan mendapatkan air bersih,sampai hal lingkungan tempat suami bekerja. Perbedaan pendapat tersebut dilatarbelakangi oleh cara pandang setiap ahli terhadap masalah kanker. Para ahli lingkungan akan memandang dari segi lingkungan. Contoh lain terjadi dalam hal polusi udara, dimana para kimiawan merasa bahwa polusi merupakan murni masalah kimia, dan mereka benar – benar tidak memasukkan unsur kelalaian manusia, atau unsur keadaan lingkungan yang sepi dari pepohonan.

Para ahli seringkali hanya berdiri pada bidang keahliannya saja, mereka melupakan faktor faktor non ilmiah di luar aspek teknikal yang mereka yakini. Para ahli memandang teknologi dan semua masalah yang ada di dalamnya dari segi teknis, dan hanya sedikit memandang segi kultural seperti, nilai – nilai personal atau segi organisasional seperti aktivitas lingkungan. Mereka memperkecil cakupan menjadi hanya aspek teknis dimana aspek tersebut telah mereka kuasai secara mendetail.

Penetralan Teknologi

Teknologi berkembang hampir di seluruh belahan dunia. Negara – negara di kawasan Eropa dan Amerika, hampir selalu menjadi pioner dalam hal perkembangan teknologi. Berbagai produk teknologi diciptakan dengan maksud memudahkan pekerjaan manusia. Produk – produk hasil perkembangan teknologi tersebut diciptakan di sejumlah negara dan dipublikasikan ke pasar dunia. Namun yang terjadi di lapangan, tidak sepenuhnya sesuai dengan tujuan awal penciptaan dan pemasaran produk teknologi.

Sebagai contoh adalah produk ’snowmobiles’ yang berkembang di Amerika Utara pada tahun 1960an. Produk ini diciptakan untuk memudahkan warga Amerika Utara selama musim salju. Ketika ’snowmobiles’ dipasarkan di luar negeri, pemanfaatannya menjadi bergeser. Di Swedia, ’snowmobiles’ digunakan untuk mengggembala rusa kutub dan di Canada, produk ini digunakan untuk para eskimo yang hendak menjebak serigala untuk selanjutnya diambil kulitnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan sementara bahwa produk teknologi telah diciptakan dan ketika produk tersebut disebar, maka penggunaannya akan bergantung pada kondisi sosial atau kebudayaan warga daerah masing – masing. Hal ini lah yang menjadi argumen atas pertanyaan bahwa, apakah teknologi itu netral atau bergantung pada kondisi sosial.

Jika dilihat dari sisi konstruksi dasar mesin dan bagaimana cara kerja sebuah produk teknologi, maka teknologi dapat dikatakan netral karena dimanapun penggunaannya sama dan mesin yang dipakai sama. Namun jika dilihat dari sisi aktivitas manusia yang menggunakannya, teknologi tidaklah netral karena tujuan tujuan penggunaan produk teknologi tidaklah sama di setiap daerah. Kata ’teknologi’ memilki arti yang beraneka ragam jika dilihat dari berbagai bidang. Di dunia kedokteran, teknologi berkisar pada pengetahun mengenai bidang kedokteran, dan keahlian dalam menangani pasien. Bahkan ada pula yang menambahkan bahwa teknologi kedokteran juga meliputi teknik dasar kedokteran, aspek budaya, dan organisasi.

Teknologi dapat dimaknai sebagai aktivitas manusia dan juga sebagai bagian dari kehidupan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknologi tidak hanya seputar teknik, mesin, dan pengetahuan, namun  juga seputar organisasi dan nilai nilai budaya.

Definisi Konsep Teknologi

Mendefinisikan konsep teknologi secara tepat, memerlukan pemikiran mengenai manusia dan aspek sosial yang ada. Banyak orang mengidentifikasi teknologi, hanya dengan aspek teknis karena anggapan bahwa teknologi selalu berurusan dengan mesin, teknik, dan segala aktivitas untuk menjalankan sesuatu. Kata ’Teknologi’, terkadang digunakan oleh orang – orang dengan pemikiran terbatas dan juga oleh orang – orang dengan pemikiran yang lebih luas. Ketika orang – orang dengan pemikiran terbatas mendefinisikan teknologi, maka aspek budaya akan ditempatkan sebagai bagian diluar teknologi, teknologi hanya terbatas pada masalah teknik. Sedangkan bagi orang – orang dengan pemikiran yang lebih luas, teknologi dikaitkan dengan ’technology practice’ atau kegiatan praktik dari teknologi yang tentu saja tidak bebas nilai karena akan berhubungan dengan tujuan penggunaan teknologi, aspek budaya, dan kondisi sosial yang ada. Beberapa definisi yang sifatnya formal menyebutkan bahwa, teknologi adalah hasil dari pengetahuan ilmiah yang teroganisir dan diaplikasikan secara sistematis ke dalam hal – hal yang bersifat praktis.

Secara eksplisit, teknologi dianalogikan sebagai ’hardware’, dimana manusia sebagai pengguna dan teknologi sebagai alat yang digunakan. Namun, selanjutnya perkembangan di bidang teknologi menyebutkan bahwa teknologi lebih dari hanya sekedar ’hardware’. Teknologi merupakan ’liveware’ karena organisme – organisme hidup setidaknya bergantung pada teknologi. Selain pendefinisian ’teknologi’, pendefinisian kata ’teknikal’ dan ’teknologikal’, juga menjadi perbincangan. Pendefinisian kedua konsep itu, membutuhkan deskripsi atau contoh kasus agar lebih mudah dipahami.

Dan pada akhirnya, menurut Arnold Pacey, konsep teknikal lebih mengarah pada pengaplikasian suatu produk teknologi untuk memecahkan suatu masalah. Sedangkan ’teknologikal’, merupakan konsep yang lebih luas, tidak hanya terpaku pada hal hal yang sifatnya teknikal.

Latar Belakang dan Nilai – Nilai Masyarakat

Membicarakan teknologi lebih jauh, berarti membicarakan beberapa sikap yang membatasi pandangan seseorang mengenai teknologi. Sistem teknologi meliputi manusia dan mesin. Tingkatan keduanya adalah setara. Namun pada kenyataannya manusia, karena merasa dirinya sebagai ’user’ dari mesin, seringkali memposisikan diri lebih tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan budaya yang terjadi di masyarakat. Ketika sebuah mesin produk teknologi mengalami kerusakan, seringkali yang disalahkan adalah mesin itu sendiri. Mesin yang buruk, tidak tahan lama, kurang canggih, dan alasan lainnya. Manusia sering mengesampingkan alasan bahwa mesin itu kurang dirawat oleh manusia. Manusia cenderung terfokus pada aspek teknik dari setiap masalah yang bersifat praktis. Dan mereka lalu mulai berfikir tentang kemampuan luar biasa lainnya yang dapat diciptakan melalui teknologi. Manusia makin mengharapkan teknologi dapat menyelesaikan setiap masalah.

Yang perlu disadari, teknologi tidak selamanya dipuja dan dibutuhkan begitu saja oleh masyarakat di seluruh dunia. Teknologi juga harus diiringi dengan perkembangan pendidikan dan pengetahuan. Menjamurnya teknisi teknisi yang ahli juga tidak akan berpengaruh apa apa jika mayoritas penduduknya tidak terpelajar.  Masyarakat tersebut akan menganggap teknologi tak ubahnya seperti alien. Dengan demikian, perkembangan teknologi tidak dapat netral dan berdiri sendiri. Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan perkembangan sosial, pendidikan, dan kebudayaan.

Pengukuran Kemajuan Teknologi

Manusia terbiasa terfokus pada produk teknologi dibandingkan dengan aktivitasnya sehari hari. Karena itulah kemajuan teknologi sering diukur dengan melihat pada berbagai macam produk teknologi yang baru diciptakan, serta jumlahnya yang meningkat. Sebagai contoh, pada awal tahun 1600, penemuan seperti mesin cetak, kompas megnetis menjadi bukti dari kemujuan teknologi. Dan semakin berkembangnya zaman, ditemukan pula mesin uap dan lampu elektrik. Berbagai tipe mesin bermunculan untuk menunjukkan perkembangan yang bertahap dalam jangka waktu yang lama. Kemajuan teknologi dianggap melaju secara konsisten dan diukur melalui grafik. Nicholas Rescher, seorang ahli statistik dan diagram menyatakan bahwa konsistensi dari kemajuan teknologi adalah hal yang lumrah. Namun cara pandang tersebut ternyata memiliki kelemahan yang fatal. Dengan keadaan yang konsisten, kemajuan teknologi menjadi tidak dinamis.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemajuan salah satu dimensi membuat kemunduran dimensi yang lain menjadi dikesampingkan. Contohnya di dunia pertanian. Jumlah produksi pertanian dikaitkan dengan faktor tanah, SDM, dan energi yang berlimpah. Padahal belum tentu untuk mencapai panen yang berlimpah harus memiliki SDM, energi, dan tanah yang banyak. Kemajuan panen tidak hanya berkisar diantara faktor tersebut saja. Apalagi fakta bahwa di Amerika Serikat yang memiliki lahan sangat luas, tidak menjadikan hasil pertaniannya serta merta meningkat dan berlebih. Tingginya hasil pertanian juga disebabkan oleh aspek organisasional, hal tersebut juga dilihat dari perbandingan jumlah hewan ternak dan hasil panennya. Kemajuan teknologi di bidang pertanian dapat dilihat dari munculnya pupuk kimia dan traktor. Dengan traktor, para petani tetap dapat membajak sawah, walaupun dalam kondisi iklim yang tidak mendukung. Berpindahnya penggunaan mesin uap menjadi penggunaan turbin raksasa juga dijadikan sebagai ukuran kemajuan teknologi.

Organisasi Kerja Teknologi

Intepretasi dalam hal kemajuan teknologi bersifat linear. Pada tahun1840, kemajuan di bidang pertanian dikaitkan dengan revolusi Industri. Dengan demikian, kejadiannya bersifat searah. Pola intepretasi yang linear memunculkan pernyataan bahwa perkembangan yang terjadi di bidang teknologi, dalam hal ini perkembangan pabrik – pabrik yang menggunakan mesin uap, memunculkan sistem ekonomi kapitalis. Namun opini tersebut tidaklah sepenuhnya tepat. Buktinya, pabrik yang ada pada saat revolusi industri dan menggunakan sistem kapitalis mengaku sama sekali tidak bergantung pada terciptanya mesin uap. Banyak negara Eropa, yang masih menggunakan tenaga kuda sebagai sumber energi mereka.

Sebenarnya, peranan produk teknologi seperti mesin – mesin yang diciptakan bukanlah hal yang terpenting. Yang paling penting adalah bagaimana sistem manajemen pabrik di dalamnya. Sebagai bukti, sebuah pabrik di kawasan Eropa lebih memilih menggunakan tenaga kerja manusia, dibandingkan mesin – mesin canggih yang pada saat itu telah beredar. Pemilik pabrik berpendapat bahwa, dengan membawa pekerja – pekerja melalui pelatihan kerja yang terawasi, mereka dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, bahkan karena lingkungan yang kondusif, pencurian sejumlah material dapat dihentikan. Yang terpenting adalah esensi dari manajemen yang baik. Penumbuhan rasa disiplin dan pengkoordinasian antara atasan dengan bawahan yang baik merupakan sistem yang baik. Perubahan di dalam organisasi kerja dapat dilihat dari makin berkembangnya tenaga kerja yang dibutuhkan. Satu divisi kerja dapat dipecah menjadi beberapa divisi kerja baru yang berarti membuka peluang kerja bagi tenaga kerja yang baru. Dan mulailah penggunaan mesin dilakukan untuk mempermudah pekerjaan yang ada. Dengan demikian keahlian khusus mulai jarang dibutuhkan.

Pada era selanjutnya, dimana para ‘draftman’ bermunculan, penggunaan komputer mulai terjadi. Komputer digunakan untuk membuat gambar. Para desainer membuat gambar menggunakan VDU, yaitu papan gambar elektronik. Dengan demikian gambar akan dihasilkan secara lebih mendetail dan lebih cepat. Selain itu, muncul pula program pemprosesan data yang berguna untuk membuat dokumen atau tulisan. Tidak diragukan lagi, komputerisasi dapat membantu kita mengatasi kompleksitas dunia modern. Mikroprosesor memfasilitasi berbagai macam peralatan menjadi lebih efisien dan terbentuk rapi dalam satu wadah. Komputer memudahkan jalinan hubungan yang terjadi diantara manusia.

Penentuan Keputusan dan Pergerakan Dalam Kemajuan Teknologi

Saat ini, pola – pola baru mengenai organisasi harus ditemukan sebelum inovasi atau teknik di dalam teknologi bermunculan. Organisasi kerja dianggap lebih penting dibandingkan dengan produk teknologi yang dihasilkan oleh organisasi kerja tersebut. Dibandingkan pernyataan, bahwa mesin uap James Watt memimpin revolusi industri, mungkin lebih pantas dikatakan bahwa perkembangan organisasi pabrik memberikan kesempatan pada James Watt untuk menyempurnakan penemuannya. Kebanyakan penemuan dibuat dengan tujuan sosial tertentu. Namun, banyak pula yang terpengaruh oleh berbagai hal dan menyebabkan penemuan – penemuan tersebut tidak sesuai dengan harapan manusia. Inovasi selanjutnya akan dilihat sebagai hasil dari siklus dari faktor sosial, kultural, dan teknikal.

Teknologi bukan sesuatu yang berada di luar konsep sosial. Sosial dan teknologi saling berkaitan satu sama lain. Inovasi bukan hanya hasil dari logika yang rasional. Di dalamnya juga terkandung tujuan dan maksud tertentu. Inovasi juga merefleksikan kesadaran tentang kemungkinan dan kesempatan yang berhubungan dengan maslah ekonomi. Pergerakan inovasi dan kemajuan teknologi, secara khusus, dapat dilihat dari penggunaan manusia sebagai tenaga kerja menjadi penggunaan mesin dan komputer. Selain itu industri yang bersifat agrikultur mulai bergerak menjadi industri yang bersifat otomotif.

http://www.waena.org/index.php?option=com_content&task=view&id=352&Itemid=9

Oleh: balybagus | 03/11/2008

Komunikasi Serat Optik

Mengenal Komunikasi Serat Optik

Media komunikasi digital pada dasarnya hanya ada tiga, yaitu : tembaga, udara dan kaca. Tembaga kita kenal sebagai media komunikasi sejak lama, telah berevolusi dari hanya penghantar listrik menjadi penghantar elektromagnetik yang membawa pesan, suara, gambar dan data digital. Berkembangnya teknologi frekuensi radio menambah alternatif lain media komunikasi, kita sebut nirkabel atau wireless, sebuah komunikasi dengan udara sebagai penghantar. Tahun 1980-an kita mulai mengenal media komunikasi yang lain yang sekarang menjadi tulang punggung komunikasi dunia, yaitu serat optik, sebuah media yang memanfaatkan pulsa cahaya dalam sebuah ruang kaca berbentuk kabel, total internal reflection.

Kabel Serat Optik

Sebuah kabel serat optik dibuat sekecil-kecilnya (mikroskopis) agar tak mudah patah/retak, tentunya dengan perlindungan khusus sehingga besaran wujud kabel akhirnya tetap mudah dipasang. Satu kabel serat optik disebut sebagai core. Untuk satu sambungan/link komunikasi serat optik dibutuhkan dua core, satu sebagai transmitter dan satu lagi sebagai receiver.

Variasi kabel yang dijual sangat beragam sesuai kebutuhan, ada kabel 4 core, 6 core, 8 core, 12 core, 16 core, 24 core, 36 core hingga 48 core. Satu core serat optik yang terlihat oleh mata kita adalah masih berupa lapisan pelindungnya (coated), sedangkan kacanya sendiri yang menjadi inti transmisi data berukuran mikroskopis, tak terlihat oleh mata.

Detil core kabel serat optik

Bentuk kabel dikenal dua macam, kabel udara (KU) dan kabel tanah (KT). Kabel udara diperkuat oleh kabel baja untuk keperluan penarikan kabel di atas tiang. Baik KU maupun KT pada lapisan intinya paling tengah diperkuat oleh kabel khusus untuk menahan kabel tidak mudah bengkok (biasanya serat plastik yang keras).

Di sekeliling inti tersebut dipasang beberapa selubung yang isinya adalah core serat optik, dilapisi gel (katanya berfungsi juga sebagai racun tikus) dan serat nilon, dibungkus lagi dengan bahan metal tipis hingga ke lapisan terluar kabel berupa plastik tebal. Dari berbagai jenis jumlah core, besaran wujud akhir kabel tidaklah terlalu signifikan ukuran diameternya.

Memotong kabel serat optik sangat mudah, cukup menggunakan gergaji kecil. Sering terjadi maling-maling tembaga salah mencuri, niatnya mencuri kabel tembaga yang laku di pasar besi/loak malah menggergaji kabel serat optik. Yang sulit adalah mengupasnya, namun hal ini dipermudah dengan pabrikan kabel menyertakan serat nilon khusus di bawah lapisan terluar yang keras sehingga cukup dikupas sedikit dan nilon tersebut berfungsi membelah lapisan terluar hingga panjang yang diinginkan untuk dikupas.

Untuk apa dikupas? Tentunya untuk keperluan penyambungan atau terminasi. Kita lihat dulu bagaimana pulsa cahaya bekerja di dalam serat kaca yang sangat sempit ini. Kabel serat optik yang paling umum dikenal dua macam, multi-mode dan single-mode. Transmitter cahaya berupa Light Emitting Diode (LED) atau Injection Laser Diode (ILD) menembakkan pulsa cahaya ke dalam kabel serat optik.

Dalam kabel multi-mode pulsa cahaya selain lurus searah panjang kabel juga berpantulan ke dinding core hingga sampai ke tujuan, sisi receiver. Pada kabel single-mode pulsa cahaya ditembakkan hanya lurus searah panjang kabel. Kabel single-mode memberi kelebihan kapasitas bandwidth dan jarak yang lebih tinggi, hingga puluhan kilometer dengan skala bandwidth gigabit.

Pulsa cahaya serat optik multi-modePulsa cahaya serat optik single-mode

Inti kaca kabel single-mode umumnya berdiameter 8,3-10 mikron (jauh lebih kecil dari diameter rambut), dan pada multi-mode berukuran 50-100 mikron. Pulsa cahaya yang ditembakkan pada single mode adalah cahaya dengan panjang gelombang 1310-1550nm, sedangkan pada multi-mode adalah 850-1300nm.

OTB wallmount
OTB rackmount

Ujung kabel serat optik berakhir di sebuah terminasi, untuk hal tersebut dibutuhkan penyambungan kabel serat optik dengan pigtail serat optik di Optical Termination Board (OTB), bisa wallmount atau 1U rackmount. Dari OTB kabel serat optik tinggal disambung dengan patchcord serat optik ke perangkat multiplexer, switch atau bridge (converter to ethernet UTP).

Penyambungan kabel serat optik disebut sebagai splicing. Splicing menggunakan alat khusus yang memadukan dua ujung kabel seukuran rambut secara presisi, dibakar pada suhu tertentu sehingga kaca meleleh tersambung tanpa bagian coated-nya ikut meleleh. Setelah tersambung, bagian sambungan ditutup dengan selubung yang dipanaskan. Alat ini mudah dioperasikan, namun sangat mahal harganya. Inilah sebabnya meskipun harga kabel fiber optik sudah jauh lebih murah namun alat dan biaya lainnya masih mahal, terutama pada biaya pemasangan kabel, splicing dan terminasinya.

Berbagai jenis konektor kabel serat optik

Pigtail yang disambungkan ke kabel optik bisa bermacam-macam konektornya, yang paling umum adalah konektor FC. Dari konektor FC di OTB ini kita tinggal menggunakan patchcord yang sesuai untuk disambungkan ke perangkat. Umumnya perangkat optik seperti switch atau bridge menggunakan konektor SC atau LC. Cukup menyulitkan ketika menyebut jenis konektor yang kita kehendaki kepada penjual, FC, SC, ST, atau LC.

Setelah kabel optik terpasang di OTB dilakukan pengujian end-to-end dengan menggunakan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR). Dengan OTDR akan didapatkan kualitas kabel, seberapa besar loss cahaya dan berapa panjang kabel totalnya. Harga perangkat OTDR ini sangat mahal, meskipun pengoperasiannya relatif mudah. OTDR ini digunakan pula pada saat terjadi gangguan putusnya kabel laut atau terestrial antar kota, sehingga bisa ditentukan di titik mana kabel harus diperbaiki dan disambung kembali.

Untuk keperluan sederhana misalnya sambungan fiber optik antar gedung pada jarak ratusan meter (hingga 15km) kini teknologi bridge/converter-nya sudah semakin murah dengan kapasitas 100Mbps, sedangkan untuk full gigabit harga switch/module-switch-nya masih mahal. Jadi, meskipun harga kabel serat optik sudah di kisaran Rp10.000/m namun total pemasangannya membengkak karena ada biaya SDM yang menarik dan memasang kabel, biaya splicing setiap core-nya, pemasangan OTB, pengujian OTDR, penyediaan patchcord dan perangkat optiknya sendiri (switch/bridge).

http://yulian.firdaus.or.id/2006/11/21/fiber-optic/

Oleh: balybagus | 01/11/2008

Sejarah Reggae

SEJARAH REGGAE

Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.

Kata reggae diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata ragged (gerak kagok, seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik (up-strokes), memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.

Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.

Album Catch A Fire (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee Scratch Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.

Akar musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata Arawak, xaymaca yang berarti pulau hutan dan air. Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika. Budak-budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula dunia.

Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika memelihara keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa pun membekaskan produk silang budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli Jamaika. Bila komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat luntur identitas Afrika mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika masih merasakan kedekatan dengan tanah leluhur.

Sejarah gerakan penyadaran identitas kaum kulit hitam, yang kemudian bertemali erat dengan keberadaan musik reggae, mulai disemai pada awal abad ke-20. Adalah Marcus Mosiah Garvey, seorang pendeta dan aktivis kulit hitam Jamaika, yang melontarkan gagasan Afrika untuk Bangsa Afrika dan menyerukan gerakan repatriasi (pemulangan kembali) masyarakat kulit hitam di luar Afrika. Pada tahun 1914, Garvey mendirikan Universal Negro Improvement Association (UNIA), gerakan sosio-religius yang dinilai sebagai gerakan kesadaran identitas baru bagi kaum kulit hitam.

Pada tahun 1916-1922, Garvey meninggalkan Jamaika untuk membangun markas UNIA di Harlem, New York. Konon sampai tahun 1922, UNIA memiliki lebih dari 7 juta orang pengikut. Antara tahun 1928-1930 Garvey kembali ke Jamaika dan terlibat dalam perjuangan politik kaum hitam dan pada tahun 1929 Garvey meramalkan datangnya seorang raja Afrika yang menandai pembebasan ras kulit hitam dari penindasan kaum Babylon (sebutan untuk pemerintah kolonial kulit putih merujuk pada kisah kitab suci tentang kaum Babylon yang menindas bangsa Israel). Ketika Ras Tafari Makonnen dinobatkan sebagai raja Ethiopia di tahun 1930, yang bergelar HIM Haile Selassie I, para pengikut ajaran Garvey menganggap Ras Tafari sebagai sosok pembebas itu. Mereka juga menganggap Ethiopia sebagai Zion tanah damai bak surge bagi kaum kulit hitam di dalam maupun luar Afrika. Ajaran Garvey pun mewujud menjadi religi baru bernama Rastafari dengan Haile Selassie sebagai sosok yang di-tuhan-kan.

Pada bulan April 1966, karena ancaman pertentangan sosial yang melibatkan kaum Rasta, pemerintah Jamaika mengundang HIM Haile Selassie I untuk berkunjung menjumpai penghayat Rastafari. Dia menyampaikan pesan menyediakan tanah di Ethiopia Selatan untuk repatriasi Rasta. Namun Haile Selassie juga menekankan perlunya Rasta untuk membebaskan Jamaika dari penindasan dan ketidak adilan dan menjadikan Rastafari sebagai jalan hidup, sebelum mereka eksodus ke Ethiopia.

Tahun-tahun setelahnya kredo gerakan tersebut makin tersebar luas, yakni Bersatunya kemanusiaan adalah pesannya, musik adalah modus operandinya, perdamaian di bumi seperti halnya di surga (Zion) adalah tujuannya, memperjuangkan hak adalah caranya dan melenyapkan segala bentuk penindasan fisik dan mental adalah esensi perjuangannya. Ketika Bob Marley menjadi pengikut Rastafari di tahun 1967 dan setahun kemudian disusul kelahiran reggae, maka modus operandi penyebaran ajaran Rastafari pun ditemukan: reggae!

Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.

Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit Simmer Down. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang rude bwai (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I , raja Ethiopia ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.

The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973 berisi hits Get Up, Stand Up dan I Shot the Sheriff yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.

Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.

One Love! One Heart!
Lets get together and feel all right.
Hear the children cryin (One Love!);
Hear the children cryin (One Heart!)
(One Love / People Get Ready)

Oleh: balybagus | 21/09/2008

Perkembangan TI dan TK

Sejak tahun 1976, Indonesia telah memasuki era informasi modern dengan beroperasinya SKSD PALAPA I. Di era informasi ini, TI dan TK memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology). Perkembangan TI dan TK dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, termasuk dalam dunia pendidikan. Dengan perkembangan TI dan TK yang sangat pesat ini, mau tidak mau, siap ataupun tidak siap, akan semakin deras mengalirkan informasi dengan segala dampak positif dan negatifnya ke masyarakat Indonesia. Perkembangan TI dan TK memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, termasuk dalam dunia pendidikan. Seperti penggunaan e-learning, e-library, e-education, e-mail, e-laboratory, dan lainnya. Seperti ramalan dan pandangan para cendikiawan tentang pendidikan di masa depan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.